Saturday, 18 May 2013

Selamat Tinggal Angelo

Sumpah sebenernya gue enggak tega nulis postingan ini. Kalau kalian sudah ada yang baca postingan gue yang tentang Angelo dan lomba Bukune, pasti tahu siapa itu Angelo. Sedikit flashback, awal pertemuan gue dengan Angelo itu sangat hangat. Kita berdua saling memandangi wajah masing-masing, kita berdua saling curhat dari hati ke hati sampai akhirnya gue memutuskan untuk bawa dia pulang. Awalnya Angelo ini agak kagok pas liat kamar gue yang semberawut abis, tapi lama kelamaan akhirnya dia nyaman juga. Setelah Angelo nyaman di kamar gue, gue masukin deh dia ke dalam akuarium kecil. Buat yang belum tahu, inilah foto Angelo:

Angelo yang ganteng.. R.I.P.
Setiap hari Angelo gue kasih makan, terus gue bersihin akuariumnya. Setiap hari juga Angelo enggak nolak makanan yang gue kasih, setiap hari Angelo sama Rudolfo (ikan cupang gue yang lain) saling ngembangin siripnya. Iya, gue, Rudolfo sama Angelo itu kayak sahabat bagai kepompong, siang makan nasi kalau malem minum kopi. Tapi semua euforia kita jadi bencana setelah gue memutuskan balik ke kosan dalam waktu yang lama. Disitu letak kesalahan gue, gue lupa ngomong ke bokap sama nyokap untuk ngasih makan ikan cupang gue. Selayaknya makhluk hidup biasa, Angelo pun perlahan stress, dia akhirnya meloncat dari akuarium dan mati. Mungkin proses kematian Angelo tuh gini:

Angelo: Rudolfo, gue laper nih!
Rudolfo: Sama, tapi gue masih bisa nahan sih...
Angelo: Gue laper banget, gue mau loncat aja!!
Rudolfo: Jangan Angelo, entar lo mati!
Angelo: Biarin, disini juga gue enggak dapet-dapet jodoh. Lebih baik gue mati!
Rudolfo: Lho, kok jadi jodoh? lo sebenernya galau gak dikasih makan atau karena jomblo sih?
Angelo: Dua-dua nya, udah ah gue mau mati dulu!
Rudolfo: Tidaaaaakkk...
Angelo: Selamat tinggal kawanku, Rudolfo....
Rudolfo: Tidaaaaaaaaaaakk....!!!

Lalu meloncatlah Angelo. Rudolfo pun menangis tersedu-sedu. Iya, Angelo sekarang sudah ninggalin gue dan Rudolfo. Ikan cupang kecil nan imut itu sekarang sudah pergi. Gue nyesel banget udah ninggalin Angelo dan Rudolfo dalam waktu yang lama. Tapi yang lebih gue sesali lagi, gue gagal buat Angelo jadi playboy, kalau Rudolfo sih sudah tiga kali gonta-ganti pasangan. Selamat tinggal Angelo, maafkan majikanmu ini, semoga disana lo ketemu bidadari-bidadari cupang dan jadi playboy seperti Rudolfo. Selamat bersenang-senang, bermainlah bersama arwah cupang lainnya disana, Angelo.

Mengheningkan cipta untuk Angelo, dimulai........ Selesai.

Tuesday, 14 May 2013

Belajar Kalimat Ambigu Nyok!

Hoamm, setelah lama bergelut di dunia nyata, akhirnya gue bisa nulis blog lagi. Untuk potingan kali ini, gue mau jadi orang yang bener. Kalau dilihat dari judulnya, pasti pada enggak tertarik. Kalimat ambigu? ah itu mah pelajaran anak sekolahan! iya, tadinya gue juga nganggep kayak itu. Tapi setelah belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar, gue menyadari kalau kalimat ambigu itu bukan sekedar kalimat yang bermakna ganda, tapi juga kalimat yang ngebingungin abis. Dan ternyata, masih banyak tentang teori kalimat ambigu ini yang enggak gue tahu. Gimana aja sih kalimat ambigu itu? okeh, kita pretelin satu-satu penyebab sebuah kalimat itu jadi ambigu yak...

1. Deduksi yang salah.
Sebelumnya, gue mau jelasin dulu kalau deduksi itu sama aja deduktif yang berarti dari kalimat umum ke khusus. Kebalikannya, induktif dari kalimat khusus ke umum.
Nah, contoh kalimat yang ambigu karena deduksi yang salah itu adalah: 
- Setiap yang berpenyakit jantung pasti akan mati.
Kenapa itu salah, soalnya kalau kalimatnya gitu, berarti orang yang penyakitnya bukan penyakit jantung tuh enggak bakalan mati dong. Kalau gitu caranya, berarti yang punya penyakit kanker pasti enggak bakal mati.

2. Generalisasi yang terlalu umum.
Iya, generalisasi kan artinya umum, berarti generalisasi yang terlalu umum tuh kalimat umum yang umum banget. Bingung kan? sama. Langsung aja deh contohnya gini kalo bingung:
- Cowok Jakarta tuh ganteng-ganteng.
Di kalimat tersebut, berarti kita memukul rata secara menyeluruh kalau cowok Jakarta ganteng-ganteng. Padahal kan enggak semuanya, masih ada yang kutu kupret semua, kayak.... lo yang baca blog ini mungkin.

3. Penalaran dilandasi oleh alternatif yang tidak tepat dalam pemilihan kata -ini dan -itu.
Contoh: - Kalau kamu tidak menuruti nasihat ayah, kamu tinggalkan rumah ini!
Ada yang ganjil dari kata rumah ini. Iya, disana tuh rumahnya siapa! rumah nenek lo, rumah tetangga lo, rumah hantu, atau rumah Pak RT, kan enggak jelas.

4. Penyebab yang salah nalar yang disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga terjadi pergeseran makna.
Contoh: - Setelah dia membersihkan makam leluhur, besoknya dia hamil!
Ini kalimat ekstrim banget, ini musrik! haha... Iya, dalam fikiran kita, habis tuh orang bersihin makam tuh orang jadi hamil, jadi itu berarti lo dihamilin sama makam! Padahal sebenernya belum tentu maksudnya gitu, bisa aja emang udah waktunya hamil (perbuatan suaminya) setelah kemarin dia bersihin makam. Tapi karena kesalahan pengucapan, kalimat itu jadi ambigu.

5. Analogi yang salah.
Contoh: - Raditya Dika adalah seorang penulis yang jago Stand up comedy. Berarti, saya juga harus jadi penulis agar bisa jago Stand Up comedy.
Nah, pemikiran seperti itu adalah sebuah analogi yang salah. Belum tentu dengan jadi seorang penulis, kita bisa langsung jago Stand up comedy.

6. Argumentasi bidik orang.
Kata dosen gue sih argumentasi bidik orang tuh artinya "sikap yang salah menghubungkan seseorang dengan tujuan yang salah". 
Contoh: - Gimana dia mau nyanyi lagu rock, lah nyanyi lagu dangdut saja tidak bisa...
Nah dalam kalimat tersebut disebutkan seolah-olah karena orang itu enggak bisa nyanyi dangdut, berarti orang itu enggak bakal bisa nyanyi rock. Padahal kan itu belum tentu.

Selain dari kalimat diatas, ada juga kata-kata sama yang bermakna beda kayak: bisa (bisa ular atau dapat), tahu (menerti atau makanan tahu), dll. Mungkin masih banyak yak teori yang menyebabkan sebuah kalimat jadi ambiguitas. Kalimat ambigu enggak bisa dipakai di karya ilmiah, tapi kalau untuk "komersialitas", kalimat ambigu ini ampuh. Contoh motto iklan caplang: Buat anak kok coba-coba. Padahal, yang paling tepat itu adalah Untuk anak kok coba-coba. Maka dari itu, coba cek lagi tulisan kita, ambigu apa enggak tuh. Inget, ambigu beda sama terigu, apalagi sama tepung sagu! (apa sih...)
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑